Hidup adalah pendakian


By: yudho

Gunung kan ku daki

Lautan kuseberangi

Sungai kuarungi

Allah Berfirman “Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan” (arrahman:33)

Hidup adalah pendakian prestasi, mengumpulkan sukses kecil menjadi sukses besar. Sebagaimana mendaki gunung, menapaki tangga-tangga sukses pun kadang menimbulkan kejenuhan, kelelahan, kemalasan, ketakutan, dan aneka pikiran yang menghantui akhirnya meracuni kehidupan kita.

Ada beberapa tipe manusia dalam proses pendakian ini:

  1. 1. Tipe Quitters

Dia orang yang tergesa-gesa, ingin cepat sampai, gampang menyerah, mudah bertekuk lutut, senang  patah arang dan tak berani mengambil resiko. Bila ditawarkan tantangan kepadanya, dia mundur teratur sebelum abil langkah seribu. Orang semacam ini pikirannya didominasi oleh hal-hal yang negatif. Suudzon thinking. Kalah sebelum bertanding. Memilih parking sebelum naik ring. Memilih aman daripada beresiko. Tak punya nyali untuk menatap posisi hidup ini.

  1. 2. Tipe Campers

Mereka adalah orang yang senang mendaki pada ketinggian tertentu lalu mengakhiri pendakian kemudian berhenti. Beristirahat serta mendirikan tenda ditempat datar. Menimati kesuksesannya, puas dengan yang diperolehnya, mengambil jalan selamat, dan tak tertantang untuk mengambil peluang dan resiko yang lebih besar.

  1. 3. Tipe Climbers

Inilah para pendaki abadi. Para pahlawan hakiki. Para pejuang yang siap mengambil apapun resiko yang ditemui. Baginya hidup adalah sebuah arena untuk mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil resiko dengan penuh konsekuensinya dan keberanian. Inilah yang mesti kita miliki. Tidak lemah, tidak putus asa. Tidak gampang menyerah. Bisa membuat sejarah dalam hidupnya.

Berfikir, bertindak, bekerja dengan aneka variasi untuk meraih sukses dan menyebarluaskan kebahagiaan untuk orang lain. Kebahagiaan adalah ketika mampu membuka jalan bagi generasi berikutnya. Memecahkan masalah yang ada di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*